Selasa, 17 November 2015

psikologi manajemen (analisia kasus)


1. Konflik merupakan bagian dari suatu hubungan yang terjalin dengan orang lain, konflik merupakan hal yang wajar terjadi di kinerja di organisasi maupun perusahaan. Peranan Konflik dalam mengembangkan manajemen di perusahaan sangat dibutuhkan untuk pengembangan sistem kinerja manajemen kearah yang lebih baik lagi. setiap terjadinya konflik pasti akan menumbuhkan dan membangun motivasi untuk berkembang lebih baik lagi suatu perusahaan. Konflik yang dapat ditanggulangi dengan metode yang baik akan memunculkan motivasi karyawannya untuk bekerja lebih baik lagi terutama apabila pimpinan perusahaan dapat mengolah dan menanggapi konflik yang ada dengan sikap dan pemikiran yang luas dan baik.
  • contoh kasus : Pada salah satu perusahaan manufaktur yang memiliki konflik antara pimpinan dalam bidang manajemen , dengan para pegaiwanya dimana konflik tersebut berawal dari adanya rencana dan keputusan pihak manajemen untuk mengamandemen struktur dan waktu kinerja karyawannya. Karena para pekerja tidak setuju dengan rencana tersebut maka tidak dapat dipungkiri para pekerja mengalami mogok kerja selama waktu yang tidak dapat ditentukan sampai pihak manajemen akan membatalkan rencana tersebut sepenuhnya. Sehingga menyebabkan perusahaan tersebut untuk berhenti beroperasi memproduksi karena para pekerja mogok kerja dan melakukan demonstrasi kecil-kecilan kepada perusahaan. Konflik seperti ini sangat merugikan perusahaan karena barang-barang produksinya tidak dapat selesai tepat waktu. (Detik.com)
  • Penyelesaian masalah : Konflik seperti ini dapat diselesaikan dengan adanya perundingan antara pihak manajemen dengan para pekerja secara damai untuk bersama-sama mencari jalan keluar agar tidak dapat merugikan perusahaan dan para pekerja sekaligus. Didalam kasus ini pemimpin juga harus ikut memediasi kedua pihak dengan keputusan yang bijak bagi keduanya sebagai seorang pimpinan dari perusahaan. Selain itu pihak manajemen perusahaan harus lebih mendengar aspirasi para pekerjanya agar dapat bekerja dengan efektif dan dapat memajukan kinerja karyawannya dan kualitas barang-barang yang diproduksinya.
2. Seorang pemimpin sudah seharusnya dapat menghadapi dan mengatasi konflik structural dan fungsi kerja dalam system manajemennya di suatu perusahaan maupun perkantoran. Dimana pimpinan juga memiliki wewenang dan kebijakan untuk memudahkan dan mencari solusi dari konflik dan masalah yang terjadi. Seorang pemimpin harus memiliki motivasi dan tujuan yang jelas untuk pencapaian perusahaannya. pemimpin juga harus menerima pendapat dan masukan dari bawahannya agar kinerja pempimpin dan karyawannya dapat berjalan baik serta dapat meminimalisir konflik yang kemungkinan dapat terjadi.
  •  Contoh Kasus : Adanya kerja sama antara perusahaan manajemen artis S dan M. dimana jika kedua perusahaan digabungkan akan pasti dapat menimbulkan konflik. Penggabungan dua system kinerja perusahaan yang berbeda ini harus diselaraskan agar dapat meredakan konflik yang dapat terjadi. Konflik yang terjadi saat ini adalah adanya perbedaan budaya kinerja karyawan dari kedua perusahaan ini. Perusahaan S mengharuskan karyawannya untuk bersopan santun baik itu dengan sesama karyawan, bawahan, artisnya dan pimpinannya, menggunakan seragam rapih, wangi dan bekerja non stop selama 10 jam. Sedangkan perusahaan M tidak mengharuskan sopan santun di perusahaannya selain dengan pimpinannya dan bekerja dengan santai seperti biasanya, Hal ini menyebabkan ketika Karyawan dari perusahaan M bertemu dan bekerja di bidang Visual bersama dengan Perusahaan S. Karyawan dari perusahaan M seperti biasanya menyapa dengan bahasa informal dan tidak mengucapkan salam dan dianggap sudah menyinggung karyawan yang berasal dari perusahaan M. sehingga menimbulkan Konflik antara karyawan tersebut karena adanya perbedaan kebudayaan dalam bekerja. Pimpinan dari kedua perusahaan pun memutuskan untuk mengeluarkan keputusan program kerja baru yang dianggap merugikan karyawan dari perusahaan S. tidak adanya perundingan terlebih dahulu dengan karyawannya.
    Konflik seperti ini menyebabkan banyak karyawannya yang memutuskan untuk berhenti bekerja karena menganggap sudah tidak nyaman lagi dengan suasana kerja yang ada saat ini dan konflik yang sering terjadi antara karyawannya. Sebagian pun ada yang mogok kerja sehingga menurunkan kinerja perusahaan untuk mengontrol para artis dan penyanyinya yang sedang banyak job di akhir tahun ini. (Detik.com)

    Penyelesaian Masalah : Konflik ini dapat diselesaikan dengan Adanya sikap pimpinan kedua perusahaan untuk mengeluarkan program kerja baru untuk para karyawannya yang berasal dari dua perusahaan berbeda yang tidak merugikan salah satu dari pihak kedua perusahaan tersebut. Selain itu pimpinan harus lebih membuka kesempatan untuk para karyawannya menuangkan aspirasi bagi kinerja mereka dan perusahaan, agar konflik tidak dapat terjadi lagi di masa yang akan datang.
3. Praktek dehumanisasi biasanya terjadi di perusahaan dalam bidang manufaktur. Khususnya para pekerja buruh. Sistem manajemen yang tidak teratur dan memiliki program yang jelas untuk pencapaian tujuan biasanya dapat memicu adanya praktek dehumanisasi di suatu perusahaan. Seperti kurangnya pengawasan terhadap kinerja tenaga kerja dan bidang-bidang lain. Dimana karyawannya diperlakukan dengan seenaknya, tidak adil, tidak diberi upah sepenuhnya atau seharusnya atas hasil kerja keras mereka dan adanya upaya menimbulkan konflik untuk memicu adanya karyawan yang ingin berhenti bekerja agar dapat menguntungkan pihak-pihak tertentu dalam suatu perusahaan dengan bertindak sewenang-wenangnya tanpa adanya perhatian kepada karyawan yang sedang bekerja.
  • Contoh Kasus:
Kasus 1
Di suatu pabrik A para buruh tidak diberi gaji selama 3 bulan dan dipekerjakan selama 12 jam setiap harinya. Selama itu mereka tidak diberi upah dan tidak diberi makan sehingga menyebabkan adanya salah satu buruh yang meninggal akibat kelelahan dan kelaparan yang diketahui adalah seorang wanita paruh baya. Pihak pabrik hanya mengutamakan barang-barang produksinya agar selesai secepat mungkin dan mempercepat Proses ekspor yang sudah ditargetkan.
Kasus 2
Di suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa, adanya konflik yang terjadi antara pimpinan dengan karyawan.dimana pihak manajemen tidak memperhatikan kinerja karyawannya dan memperkerjakan karyawannya selama melebihi waktu kerja normal pada umumnya dan seringkali terjadi konflik antara pihak perusahaan dengan karyawannya yang sepertinya disengaja seperti adanya program-program kinerja baru yang dianggap merugikan karyawan yang bekerja hampir 5 tahun dan system pemberian upah yang dibedakan antara karyawan lulusan sarjana maupun diploma tanpa memandang kinerja keras yang sudah dilakukannya bagi perusahaan.
Dari Contoh Kasus diatas dapat ditarik kesimpulan pelanggaran praktek dehumanisasi yang terjadi adalah pelanggaran hak asasi.


Referensi : 
1. http://finance.detik.com/read/2014/09/08/184843/2684674/4/pakai-sistem-upah-baru-perusahaan-ini-ngaku-tak-ada-konflik-dengan-buruh
2. https://hazellsqandinavy.wordpress.com/2012/03/09/beberapa-kasus-dalam-perusahaan/
3. http://news.detik.com/read/2014/12/05/063020/2768368/103/menilik-peluang-dari-bank-investasi-infrastruktur
4.http://haanifah.blogspot.com/2015/01/psikologi-manajemen-analisa-kasus.html

Selasa, 10 November 2015

job description (psikologi manajemen)



1. MANAGER / ASST.MANAGER
Tugas: Manager bertanggung jawab untuk memfasilitasi, mengatur, mengontrol dan meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia ,bahan baku setengah jadi/jadi dan mesin – mesin produksi didalam wilayah tanggung jawabnya guna memaksimalkan effisiensi, meminimalkan biaya dan menghasilkan bahan setengah jadi / jadi yang memenuhi standard kebutuhan pelanggan.
Tanggung Jawab:
• Bertanggung jawab dalam melakukan fasilitasi supervisi langsung terhadap supervisor ,kepala regu yang dibawahinya (serta mampu mensupervisi secara tidak langsung semua karyawan yang berada di bawah tanggung jawabnya),hal ini termasuk dalam memberikan bimbingan /pelatihan kepada anak buah guna mencapai tingkat batas minimum kemampuan yang diperlukan bagi teamnya dan mendisiplinkan anak buahnya sesuai dengan ketentuan/peraturan yang berlaku di perusahaan .
• Bertanggung jawab dalam mencapai tingkat kuantitas (output) , kualitas dan schedule produksi serta tingkat utilisasi mesin produkssi yang telah ditetapkan dan disepakati bersama.
• Bertanggung jawab dalam pemenuhan standard kualitas hasil produksi sesuai dengan tingkat kebutuhan Customer & Schedule pengiriman hasil produksi sesuai PPIC schedule.
• Bertanggung jawab terhadap keselamatan kerja dan standard kebersihan lingkungan kerja (keteraturan/kerapihan lingkungan kerja).
• Bertanggung jawab dalam melakukan koordinasi dan membina kerja sama team yang solid.
• Bertanggung jawab dalam membuat laporan secara berkala kepada atasannya atas hasil kerjanya beserta analisa permasalahannya, tindakan – tindakan perbaikan atas permasalahan tersebut serta batas waktu estimasi penyelesaian masalah – masalah tersebut secara singkat , padat dan kongkrit.
2. HRD ( Human Resources of Development ) Manager
Tugas:
• Menyusun, merencanakan, mengawasi dan mengevaluasi anggaran biaya kegiatan secara efektif dan efisien serta bertanggung jawab terhadap setiap pengeluaran hasil kegiatan
• Bertanggung jawab terhadap perencanaan, pengawasan dan melaksanakan evaluasi terhadap jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan.
• Melaksanakan seleksi, promosi, transfering, demosi terhadap karyawan yang dianggap perlu.
• Melaksanakan kegiatan-kegiatan pembinaan, pelatihan dan kegiatan lain yang berhubungan dengan pengembangan mental, keterampilan dan pengetahuan karyawan sesuain dengan standard perusahaan.
• Bertanggung jawab terhadap kegiatan yang berhubungan dengan rekapitulasi absensi karyawan,perhitungan gaji, tunjangan dan bonus.
Tanggung Jawab:
• Bertanggung jawab di dalam pengelolaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia, yaitu dalam hal perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan sumber daya manusia, termasuk pengembangan kualitasnya dengan berpedoman pada kebijaksanaan dan prosedur yang berlaku di perusahaan.
• Bertanggung jawab terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan pembinaan government & industrial serta mempunyai kewajiban memelihara dan menjaga citra perusahaan.
3. SEKRETARIS
Tugas secara umum:
• Memfilter informasi dan sebagai sumber informasi bagi pimpinan dan menjalankan tugas, fungsi dan tanggungjawabnya.
• Mengatur aktivitas perusahaan, mulai dari administrasi hingga human relations (HR).
• Menjadi perantara pihak-pihak yang ingin berhubungan dengan pimpinan.
• Menjadi mediator pimpinan dengan bawahan.
• Memberikan ide-ide sebagai alternatif pemikiran pimpinan.
• Pemegang rahasia penting pimpinan yang berkaitan dengan perusahaan
Tugas dan Tanggung Jawab:
• Tugas Rutin : Tugas rutin misalnya, surat menyurat, pengetikan, filling, menerima tamu, telepon, telegram, menyimpan arsip-arsip penting.
• Tugas Intruksi : Tugas intruksi misalnya, membuat jadwal pertemuan dan perjanjian dengan teman relasi maupun kegiatan lainnya, persiapan dan penyelenggaraan rapat.
• Tugas Kreatif: Tugas kreatif misalnya, dokumentasi, mengatur ruang pimpinan, mempersiapkan pidato dan presentasi, mengirim ucapan pada relasi maupun klien.

Selasa, 03 November 2015

REVIEW PERTEMUAN PERTAMA PSIKOLOGI MANAJEMEN

Psikologi manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan. Ini berkaitan dengan psikologi, karena ditemukan dan dikembangkan ilmu psikologi yang diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan hal yang paling penting dari modal kerja perusahan manapun. Terdapat fungsi manajemen yaitu:

1.      Fungsi Perencanaan ( Planning)

Yaitu proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi. Didalam fungsi perencanaan terdapat kegiatannya yaitu :

Ø  Menetapkan tujuan dan target bisnis
Artinya jika kita ingin membangun perusahan kita harus mempunyai tujuannya dulu setelah kita mengetahui tujuannya barulah kita memikirkan target pencapaian biar perusahaan yang mau kita bangun bisa bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya.
Ø  Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut
Artinya ketika kita sudah mempunyai strategi khusus untuk melawan pesaing kita di perusahan lain, otomatis kita mampu mengejar target bisnis yang sudah kita tetapkan.
Ø  Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan
Artinya jika kita ingin membangun perusahaan kita harus mempunyai dana terlebih dahulu, ketika dana sudah cukup kita me rekrut orang untuk pekerja disana, setelah itu kita harus mencari informasi di perusahaan yang lain agar kita bisa mengejar target bisnis dan mengalahkan pesaing kita, selanjutnya kita harus mempunya peralatan fisik seperti komputer, laptop,print serta alat yang mendukung lainnya.
Ø  Menetapkan standar/indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis
Artinya didalam perusahaan kita harus mempunyai standar kerja dan standar dalam bisnis kita agar tujuan dan target bisnisnya tercapai.

2.      Fungsi Pengorganisasian (Organizing)

Yaitu proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan di desain dalam sebuh struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi. Didalam fungsi pengorganisasian terdapat kegiatannya yaitu:

Ø  Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan.
Ø  Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggung jawab.
Ø  Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia atau tenaga kerja.
Ø  Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat.

3.      Fungsi Pengarahan dan Implementasi ( Directing)

Yaitu  proses implementasi progra, agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi. Didalam fungsi pengarahan dan implementasi terdapat kegiatan yaitu :

Ø  Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan danpemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan.
Ø  Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan
Ø  Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan.

4.      Fungsi pengawasan dan pengendalian ( Controlling)

Yaitu proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan implementasi dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalamlingkungan dunia bisnis yang dihadapi. Didalam fungsi pengarahan dan implementasi terdapat kegiatan yaitu:

Ø  Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telat ditetapkan.
Ø  Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan.
Ø  Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis.

Terdapat juga sumber daya dari psikologi manajeman yaitu : Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Informasi, Sumber Daya Fisik, Sumber Daya Keuangan, Sumber Daya Alam. Karena psikologi manajemen ada kaitannya juga dengan psikologi industri maka kita akan membahas. Psikologi industri membahas tentang organisasi. Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.organisasi kerja/industri dipandang sebagai sistem kelompok yang saling berkaitan, artinya setiap individu tidak hanya mempunyai satu kelompok sosial saja melainkan lebih dari itu. Dan organisasi dilingkupi sistem oleh suatu batas sistem, artinya walaupun kita bekerja diperusahan yang sama tetapi kita mempunyai jabatan yang berbeda ,tugas yang berbeda dan tanggung jawab yang berbeda. Terdapat proses terjadinya organisasi yaitu berdasarkan suatu perencanaan dan dimulai dari satu orang. Contohnya jika kita ingin membuat Wedding organize (wo) pasti yang pertama kali kita lakukan adalah menyusun perencanaan agar terlaksana pembuatan wonya, kemudian kita me-rekrut orang untuk bergabung kerja bersama agar berjalan dengan lancar wonya.
Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem terbuka dan sistem dilengkupi oleh suatu batas sistem. Proses timbulnya organisasi juga berdasarkan suatu perencanaan dan memulai dari satu orang. Dalam suatu organisasi pasti ada yang namanya kelompok. Kelompok adalah sejumlah orang yang berinteraksi satu dengan yang lainnya, secara psikologikal ada satu sama lain, dan mempersepsikan diri mereka sendiri sebagai kelompok. Kelompok terbagi menjadi 2 yaitu : kelompok formal yaitu diberi batasan yang berisi rincian tugas-tugas dan tanggung jawab tertentu seperti kelompok komando dan kelompok tugas, sedangkan kelompok informal adalah tidak diberikan batasan oleh struktur organisasi dan terjadi secara spontan antara sejumlah tenaga kerja.

Setiap kelompok pasti mempunyai anggota, dan fungsi kelompok bagi anggotanya adalah kelompok sebagai pemenuh kebutuhan para anggotanya, kelompok sebagai penetap dan menguji kenyataan/realitas sosial. Setiap anggota haruslah saling berinteraksi satu sama lain,maksudnya adalah  setiap kelompok kerja terdiri dari sejumlah tenaga kerja yang saling mempengaruu dan saling tergantung. Ada 2 macam interaksi yaitu kelompok interaksi dan kelomok koaksi. Dan sebelum kita memulai interaksi pastinya yang pertama kali kita lakukan adalan berkomunikasi. Komunikasi yaitu proses pengiriman berita dari seseorang kepada orang lainnya. Terdapat unsur-unsur komunikasi yang pertama adanya pengiriman berita, yang kedua penerima berita yang ketiga berita yang dikirim (fakta daninformasi,emosi,fakta yang bercampur emosi) dan yang terakhir adalah media pengiriman berita.

Rabu, 29 April 2015

Hubungan antara Kesehatan Mental dengan Spritual atau Kecerdasaan Spiritual


A. Definisi Kesehatan Mental

          Kesehatan mental adalah terhindarnya individu dari simtom-simtom neurosis dan psikosis. Definisi ini dapat dukungan dari kalangan psikiater.

          Kesehatan mental adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri, dengan orang lain, dan dengan masyarakat dimana ia hidup. Untuk dapat menyesuaikan diri dengan diri sendiri orang harus menerima dirinya sebagaimana adanya, dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Di samping itu, orang harus berusaha mengenal, memahami, dan menilai orang lain secara objektif.

          Menurut definisi ini, orang yang bermental sehat adalah orang yang dapat menguasai segala faktor dalam hidupnya sehingga ia dapat mengatasi kekalutan mental sebagai akibat dari tekanan-tekanan perasaan dan hal-hal yang menimbulkan frustasi.

          Kesehatan mental adalah pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan segala kapasitas, kreativitas, energi, dan dorongan yang ada semaksimal mungkin sehingga membawa kepada kebahagiaan diri dan orang lain serta terhindar dari gangguan atau penyakit mental (neurosis dan psikosis).

          Kesehatan mental tidak hanya jiwa yang sehat berada dalam tubuh yang sehat (mens sana in corpora sano), tetapi juga suatu keadaan yang berhubungan erat dengan seluruh eksistensi manusia. Itulah suatu keadaan kepribadian yang bercirikan kemampuan seseorang untuk menghadapi kenyataan dan untuk berfungsi secara efektif dalam suatu masyarakat yang dinamik.


B.  Hubungan Kesehatan Mental dengan Spiritualitas

          Diperlukan kesadaran untuk selalu memelihara keseimbangan hidup melalui kedisplinan yang seimbang dalam kesehatan fisik, kesehatan emosi, kesehatan mental dan kesehatan spiritual. Hal ini sangat penting, karena kalau salah satunya terganggu, maka dapat mengganggu stabilitas energi dalam tubuh kita. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya kemampuan kreativitas dalam diri.

          Mengendalikan keseimbangan dalam kesehatan tubuh, emosi, mental, spiritual, dapat melahirkan energi yang mampu mengalahkan berbagai pengaruh negatif dalam diri. Mampu mengalahkan kemalasan mental, mengalahkan pengaruh negatif, sehingga dapat melahirkan pikiran positif dan kreatif.


DAFTAR PUSTAKA :

  1. Santoso, J.E. 2007. The Art of Life Revolution. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo
  2. Semium, Yustinus. 2006. Kesehatan Mental 1. Yogyakarta: Kanisius


Fenomena Stress pada Wanita

Stress Pada Wanita :



Sheyna, 13 tahun, memiliki orangtua yang overprotective dan sangat menuntut supaya Sheyna mengikuti apa saja perintah yang diberikan kepadanya.
Sheyna merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara, dan hanya ia yang perempuan. Sheyna menganggap dirinya sangat bergantung pada orangtua, ditambah lagi orangtua memperlakukan Sheyna seperti anak kecil yang berusia di bawah usia dirinya.
Kedua kakak Sheyna sangat pembangkang bahkan kakak pertama Sheyna (18 tahun) pernah blak-blakan mengaku kepada orangtua mereka bahwa ia telah melakukan aktivitas seksual dengan teman di sekolah. Tentu saja, orangtua menjadi sangat marah, apalagi orangtua sangat strict terhadap isu-isu seksual. Bahkan, orangtua selalu membahas kepada Sheyna dan kedua kakak bahwa virginity itu harus dijaga hingga kelak menikah. Kondisi kakaknya ini berbanding terbalik dengan Sheyna yang sangat pasif dan penurut, serta menjadi satu-satunya anak yang dianggap “baik” oleh orangtuanya sehingga Sheyna dijuluki “Little Miss Perfect”.
Ada riwayat sakit mental di dalam keluarga Sheyna. Nenek kandung Sheyna dari pihak Ibu serta Bibi Sheyna dari pihak Ayah sama-sama menderita depresi.
Sheyna mengalami insomnia sejak ia berusia 10 tahun. Setiap malam ia mengalami kesulitan untuk tidur dan akhirnya mengganggu kegiatan belajar di sekolah. Nilai Sheyna sampai mengalami penurunan yang cukup parah, sehingga orangtua memutuskan supaya Sheyna menjalani home-schooling saja supaya Sheyna dapat mengatur waktu kapan untuk belajar. Perilaku insomnia ini dialami Sheyna pasca pertengkaran hebat di dalam keluarga, di mana kakak pertama Sheyna ternyata sampai menghamili temannya di sekolah. Pada saat itu, kondisi rumah sangat “panas”, Ayah dan Ibu selalu bertengkar setiap ada kesempatan di pagi-siang-sore-malam. Keadaan semakin memanas karena kakak pertama Sheyna sempat kabur dari rumah bersama teman yang ia hamili, sehingga memicu pertengkaran antara keluarga Sheyna dengan keluarga yang anaknya dihamili oleh kakak Sheyna tersebut. Kondisi tersebut berlangsung hingga kurang-lebih dua bulan dan sejak itu, Sheyna sulit sekali memejamkan mata seberapa pun dirinya mengantuk karena bayangan pertengkaran dan suasana memanas itu selalu menghantui Sheyna. Untuk pertama kalinya, di masa sebulan itu, Sheyna mengalami ledakan emosi yang tinggi.
Sejak saat itu, Sheyna juga semakin sering menyendiri di dalam kamar untuk menghindari pertengkaran. Bagi Sheyna, dia menjadi lebih rileks dengan berada di dalam kamar. Dia juga semakin bisa berpikir, mencari tahu, dan menganalisa segala hal yang ia senangi. Sheyna tertarik dengan politik dan memiliki pemikiran tersendiri tentang politik, misalnya ia percaya bahwa dirinya merupakan reinkarnasi dari seorang politikus Romawi di masa lalu.
Keluarga dan teman-teman Sheyna melihat Sheyna sebagai orang yang sangat rapi dan teroganisir. Sheyna senang menuliskan apapun ide-ide yang ia miliki dan menuliskan di buku diary, komputer, bahkan dinding kamarnya penuh dengan papernote yang ditempelkan secara berantakan dan berisi ide-idenya tersebut. Kebanyakan ide yang Sheyna tuliskan berisi tentang hal-hal yang selama ini dianggap tabu untuk dibicarakan di dalam keluarganya, seperti tentang dorongan seksual dan tingkat spiritualitas. Aktivitas ini semakin menjadi-jadi saat ia merasakan gairah luar biasa untuk melakukan sesuatu.
Selama proses pertengkaran di dalam keluarganya, Sheyna sempat mengalami depresi dan depresi yang ia miliki semakin menjadi-jadi karena hingga saat ini Sheyna masih menderita insomnia. Sheyna juga menderita kesulitan untuk makan dan konsentrasi. Di puncak depresinya, Sheyna akhirnya beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri. Beruntung, Ibu selalu menemukan Sheyna tepat waktu sehingga Sheyna masih bisa diselamatkan.


Bipolar Disorder Pada Anak dan Remaja
Istilah Bipolar Disorder (BD) dimunculkan karena pada kasus-kasus ganggguan jenis ini, anak tidak hanya akan mengalami periode episode mania (manic episodes) serta juga akan mengalami depresi (depression episodes) seumur hidup mereka. Manic dan depression sendiri merupakan dua hal yang saling berlawanan dan berbeda kutub.
Ada empat jenis mood episodes di dalam BD yaitu mania, hypomania, depresi, dan episode campuran. Ketika sedang berada dalam episode mania, maka anak akan  mengalami peningkatan aktivitas fisik maupun mental. Misalnya, menjadi sangat bersemangat ketika melakukan banyak  kegiatan, serta memiliki banyak ide-ide baru yang ingin diwujudkan. Sebaliknya, ketika ia sedang berada dalam episode depresi, maka ia akan mengalami penurunan aktivitas. Misalnya, anak menjadi tidak tertarik melakukan kegiatan sehari-hari, mengurung diri dalam suatu ruangan dan tertutup. Episode mania biasanya dimulai dengan tiba-tiba dan berlangsung antara dua minggu hingga lima bulan, sedangkan episode depresi cenderung berlangsung lebih lama.

Kemunculan BD pada seseorang berbeda-beda. Kemunculan BD Type I 2,4%, BD Type II berkisar antara 0,3%-4,8%, Cyclithomania antara 0,5%-6,3%, dan Hypomania antara 2,6%-7,8%.
Gangguan bipolar merefleksikan adanya gangguan pada sistem motivasional yang disebut dengan Behavioral Activation System atau BAS. BAS memfasilitasi kemampuan manusia untuk memperoleh reward dari lingkungannya dan ini dikaitkan dengan positive emotional states yang dimiliki seseorang, karakteristik kepribadian seperti extrovert, peningkatan energi, dan berkurangnya kebutuhan untuk tidur.
Secara biologis, BAS diyakini terkait dengan jalur syaraf dalam otak yang melibatkan dopamine neurotransmitter dan juga terkait dengan perilaku untuk memperoleh reward tertentu. Peristiwa kehidupan yang melibatkan pencapaian tujuan atau reward diprediksi meningkatkan simptom mania. Sedangkan peristiwa positif lainnya tidak terkait dengan perubahan pada simptom mania, dan pencapaian tujuan tidak terkait dengan perubahan dalam simptom depresi. Dengan demikian, BAS dan manifestasi perilakunya, yaituperilaku untuk mencapai tujuan diasosiasikan dengan simptom mania dari gangguan bipolar.
Anak-anak dan remaja menunjukkan kemiripan dengan orang dewasa dalam hal mood yang depresif, tidak mampu untuk merasakan kesenangan, kelelahan, sulit konsentrasi, dan ide bunuh diri. Perbedaannya terletak pada tingkat usaha untuk bunuh diri dan rasa bersalah yang lebih tinggi pada anak dan remaja, sering bangun lebih awal di pagi hari, kehilangan selera makan dan kehilangan berat badan, serta depresi di pagi hari pada orang dewasa.
Terkadang depresi disebut sebagai masked depression, yaitu menampilkan perilaku agresif dan menyimpang, yang biasanya pada orang dewasa tidak dilihat sebagai refleksi dari depresi.
Masalah utama dalam melakukan diagnosis depresi pada anak-anak terletak pada komorbiditas dengan gangguan lain, misalnya kecemasan. Lebih dari 70% dari anak-anak yang depresi juga memiliki gangguan kecemasan atau simptom kecemasan yang signifikan. Anak-anak yang berusia lebih muda cenderung mengalami pengalaman depresi yang parah dan membutuhkan waktu yang lama untuk penyembuhan.
Secara umum, depresi muncul kurang dari 1% pada anak-anak prasekolah dan 2–3% pada anak usia sekolah. Pada remaja, rata-rata penderita depresi sama dengan orang dewasa, dengan rata-rata 7-13% dan lebih banyak muncul pada anak perempuan.
Masalah genetis adalah faktor umum yang menjadi penyebab BD. Anak yang memiliki salah satu orangtua dengan BD memiliki resiko mengidap penyakit yang sama sebesar 15-30%. Apabila kedua orangtuanya mengidap BD, maka anak-anaknya beresiko mengalami BD sebesar 50-75%. Kembar identik dari seorang pengidap BD juga memiliki resiko tertinggi akan juga mengalami BD dibandingkan anak yang bukan kembar identik.
Orangtua dengan anak yang mengalami depresi biasanya juga memiliki saudara dekat  (first-degree relatives) yang mengalami mood disorder. Ibu yang mengalami depresi juga besar kemungkinan akan memiliki anak yang juga mengalami depresi.
Secara fisiologis, salah satu faktor utama penyebab seseorang mengidap BD adalah karena terganggunya keseimbangan cairan kimia utama di dalam otak seperti hormon norepinephrin, dopamine, dan serotonine. Sebagai contoh, ketika seseorang yang mengalami BD dan kadar dopamine dalam otaknya sedang tinggi, maka saat itu ia akan merasa sangat bersemangat, antusias, dan agresif.
Ada pula Central Nervous System (CNS) yang mempengaruhi mood seseorang. Pentingnya pengaruh CNS pada mood seseorang sudah diketahui sejak lama, diawali dengan adanya penelitian terhadap orang dewasa yang diberi obat reserpine untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Hasilnya, 20% dari orang tersebut menjadi mengalami depresi parah. Sejak saat itu, diketahui bahwa reserpine memang menurunkan pergerakan dari monoamine neurotransmitters (norepinephrin, dopamine, dan serotonine) dalam CNS. Penemuan ini mengarahkan pada munculnya monoamine hypothesis, yaitu penurunan monoamine neurotransmitters menyebabkan depresi. Hipotesis ini rpada perkembangan pengobatan trycyclic antidepressant, seperti imipramine, yang menyebabkan peningkatan monoamine neurotransmitters dan mengurangi perasaan depresi.
Penelitian selanjutnya menemukan bahwa monoamine hypothesis terlalu sederhana karena ditemukan juga neurotransmitters lainnya yang banyak berpean dalam depresi. Ada pula peranan hypothalamus-pituitary-adrenal (HPA) yang merespon stress.
Sementara itu, secara psikologis, seseorang yang mengalami banyak tekanan dari dalam maupun luar dirinya akan dapat mengalami disstres berkepanjangan. Apabila tidak ditambah dengan strategi pemecahan masalah (coping) yang memadai, maka ia pun dapat menderita BD.
Pola asuh orangtua yang neglectful dan abusive juga mempengaruhi perkembangan anak, di mana anak berkemungkinan untuk mengalami depresi yang disebabkan oleh stress. Bayi atau anak yang masih kecil yang belum mampu melakukan regulasi emosi atau mood negatif akan mengalami mood negatif lebih sering dan memakan waktu lebih lama, di mana hal ini meningkatkan kemungkinan mereka untuk mengembangkan perilaku BD pada masa anak-anak dan remaja. Regulasi emosi ini mengacu pada proses pengaturan pengendalian, dan modifikasi dari emotional arousal untuk menghasilkan perilaku yang adaptif. Tujuan utama dari regulasi emosi pada bayi adalah supaya mereka mempelajari cara untuk meregulasi dorongan emosi yang disebabkan stress fisiologis, seperti kebutuhan untuk mendapatkan makanan. Meskipun bayi memiliki kemampuan untuk menenangkan diri sendiri di masa-masa stressful, namun pengaturan terhadap dorongan tersebut harus dibantu oleh orang lain seperti dengan digendong, diberi makan, dan diberi kehangatan emosional.

Analisa Kasus Sheyna
Sheyna menunjukkan simptom perilaku yang mengarah ke Bipolar I Disorder. Sheyna meyakini bahwa dirinya merupakan reinkarnasi dari politisi Romawi di masa lalu, yang menunjukkan simptop psikotis ada pada dirinya. Simptom psikotis sendiri hanya muncul pada Bipolar I Disorder. Sheyna juga menunjukkan perilaku mania dengan cara menuliskan semua ide-ide yang ia miliki di buku diary, komputer, bahkan papernote yang ditempel berantakan di dinding kamarnya. Ide-ide tersebut termasuk pula ide-ide yang sebenarnya selalu tabu untuk dibicarakan di dalam keluarga (tentang seksualitas dan spiritualitas). Perilaku ini jelas berbeda dengan kebiasaan Sheyna yang selalu rapi dan terorganisir. Kemunculan perilaku mania ini dibarengi pula dengan kemunculan perilaku depresi yang membuat Sheyna sampai beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri.
Pada kasus Sheyna, ditemukan bahwa ada riwayat genetis di dalam keluarga dekatnya yang memiliki gangguan depresi, yaitu Nenek kandung Sheyna dari pihak Ibu serta Bibi Sheyna dari pihak Ayah. Perlu ada pemeriksaan mendalam tentang apakah kasus Sheyna terkait dengan riwayat genetis di dalam keluarganya. Tetapi, kemungkinan itu tetap ada.
BD yang diderita Sheyna merupakan masalah yang perlu penanganan hingga seumur hidup karena tidak dapat dengan mudah ditentukan bahwa gejala mania dan depresi yang diderita Sheyna tidak akan lagi muncul di masa depan. Cara terbaik untuk memberikan treatment kepada Sheyna adalah dengan memberikan  pengobatan medis yang tepat serta menjalani psikoterapi. Misalnya, mengkombinasikan pemberian obat antipsychotic(seperti: Seroquel) dan mood-stabilizer (seperti: Lithium), ditambah psikoterapi (seperti: terapi regulasi emosi, anger management untuk membantu Sheyna dalam mengatasi mania dan depresi yang muncul di dirinya).

Selasa, 24 Maret 2015


 

Sejarah Kesehatan Mental, Konsep sehat, Perbedaan Kesehatan Mental Konsep Barat dan Timur

Sejarah Kesehatan Mental
Penyakit mental sama usianya dengan manusia. Meskipun secara mental belum maju, nenek moyang homo sapiens sudah mengalami gangguan-gangguan mental seperti halnya dengan homo sapiens sendiri. Mereka dan keturunan mereka sangat takut akan predator. Mereka menderita berbagai kecelakaan dan demam yang merusak mental mereka, dan mereka juga merusak mental orang-orang lain dalam perkelahian-perkelahian. Sejak saat itu manusia dengan rasa putus asa selalu berusaha untuk mengetahu tengan penyakit mental, bagaimana mengatasinya, bagaimana cara memulihkannya dll. Yang awalnya dimulai dengan mengambungkan secara sederhana kekalutan-kekalutan mental dengan gejala-gejala alam, pengaruh buruk orang ataupun roh-roh jahat. Dan perlu diketahui bahwa sejarah yang tercatat melaporkan berbagai macam interprestasi mengenai penyakit mental dan cara-cara mengurangi atau menghilangkannya. Pada umumnya hal tersebut mencerminkan tingkat pengetahuan dan kecendrungan-kecendrungan religious, filosofis, dan keyakinan serta kebiasaan-kebiasaan masyarakat zaman itu. Tidak mengherankan bahwa usaha-usaha awal yang dilakukan mengalami banyak kesulitan sehingan perkembangan ilmu kesehatan mental juga sangat lambat.
Kesehatan mental ungkapan ini diciptakan oleh W. Swetster di tahun 1843, dan penuh dengan konten yang sebenarnya melalui “pribadi” pengalaman berkumpul oleh ahli asuransi Beers Amerika. Tujuannya adalah untuk memastikan perawatan yang lebih manusiawi dari sakit mental, cara bagaimana tujuannya ini dilakukan dalam konteks yang lebih luas melampaui domain perawatan kesehatan tidak bisa disebut hanya kejiwaan. Kesehatan mental mulai berkembang sejak perang dunia ke II. Sejak awal perang dunia ke II kesehatan mental bukan lagi suatu istilah yang asing bagi orang-orang. Dalam bidang kesehatan mental kita dapat memahami bahwa gangguan mental itu telah terjadi sejak awal peradaban manusia dan sekaligus telah ada upaya-upaya mengatasinya sejalan dengan peradaban. Namun seiring jaman yang semakin maju dan perkembangan ilmu pengetahuan Philippe Pinel di Perancis dan William Tuke dari Inggris, mengadakan perbaikan dalam menanggulangi orang-orang yang terganggu mentalnya.

Konsep Sehat
Pengertian sehat menurut WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) adalah suatu kedaan kondisi fisik, mental dan kesejahteraan sosial yang merupakan satu kesatuan dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan. Menurut Undang Undang Kesehatan N0. 23 tahun 1992 tentang kesehatan : Sehat atau kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera dari badan (jasmani), jiwa (rohani) dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup pro-duktif secara sosial dan ekonomis.
Ada 3 komponen penting dalam definisi sehat yaitu:
•sehat jasmani,
•sehat mental (pikiran, emosional dan spiritual)
•sehat sosial. Sehat sosial mencakup status sosial, kesejahteraan ekonomi dan saling toleransi dan menghargai.
Sehat dapat dikatakan sebagai suatu kondisi normal baik secara fisik , emosi, intelektual, spritual dan sosial. Dari pernyataan diatas sudah bisa didapat tentang dimensi sehat, yaitu :
1.Dimensi Emosi : Orang yang sehat secara emosi dapat terlihat dari kestabilan dan kemampuannya mengontrol dan mengekspresikan perasaan seperti marah, sedih atau senang dan tidak di tampilkan secara berlebihan.
2.Dimensi Intelektual :orang yang sehat secara intelektual yaitu jika seseorang memiliki kecerdasan dalam kategori yang baik mampu melihat realitas. Memilki nalar yang baik dalam memecahkan masalah atau mengambil keputusan.
3.Dimensi Sosial : orang Sehat secara sosial yaitu mereka yang bisa berinteraksi dan berhubungan baik dengan sekitarnya.mampu untuk bekerja sama.
4.Dimensi Fisik dan Mental : orang yang sehat bila secara fisiologis (fisik) terlihat normal tidak cacat, tidak mudah sakit, tidak kekurangan sesuatu apapun.
5.Dimensi Spiritual : orang yang sehat secara spiritual adalah mereka yang memiliki suakondisi ketenangan jiwa dengan id mereka. Secara rohani dianggap sehat karena pikirannya jernih tidak melakukan atau bertindak hal-hal yang diluar batas kewajaran sehingga bisa berpikir rasional.

Perbedaan Kesehatan Mental Konsep pada budaya barat dan timur
Definisi diberikan kepada masing-masing budaya, namun kebanyakan melihat kebudayaan sebagai seperangkat pedoman yang memandu bagaimana mereka memandang dunia, merespon secara emosional, dan berperilaku di dalamnya atau pedoman untuk hidup. Pemahaman terhadap sesuatu adalah suatu hal yang cukup kuat mendapat pengaruh budaya, sudut pandang terhadap suatu permasalahan seringkali dipengaruhi oleh budaya yang melatar belakangi, baik dalam proses memahami masalah atau pun dalam menyelesaikan masalah. Banyak hal dalam kehidupan yang dipengaruhi oleh budaya, kesehatan mental dan gerakan kesehatan mental juga dipengatuhi oleh budaya.
Dalam kesehatan mental, faktor kebudayaan juga memegang peran penting. Apakah seseorang itu dikatakan sehat atau sakit mental bergantung pada kebudayaannya (Marsella dan White, 1984). Hubungan kebudayaan dengan kesehatan mental dikemukakan oleh (Wallace, 1963) meliputi :
•Kebudayaan yang mendukung dan menghambat kesehatan mental.
•Kebudayaan memberi peran tertentu terhadap penderita gangguan mental.
•Berbagai bentuk gangguan mental karena faktor kultural, dan
•Upaya peningkatan dan pencegahan gannguan mental dalam telaah budaya.
Selain itu budaya juga mempengaruhi tindakan penanganan yang dilakukan terhadap gangguan mental itu sendiri. Dengan kata lain Konsep kesehatan mental pada suatu budaya tertentu harus dipahami dari hal-hal yang dianggap mempunyai arti dan bermakna pada suatu budaya tertentu, sehingga harus dipahami dari nilai-nilai dan falsafah suatu budaya tertentu.
Ada perbedaan konsep kesehatan mental budaya barat dan timur Barat lebih memandang kesehatan bersifat dualistik yaitu mengibaratkan manusia sebagai mesin yang sangat dipengaruhi oleh dominasi medis. Sedangkan Timur lebih bersifat holistik, yaitu melihat sehat lebih secara menyeluruh saling berkaitan sehingga berpengaruh pada cara penanganan terhadap penyakit.
Model-model Kesehatan Barat dan Timur
Model-model kesehatan muncul karena banyaknya asumsi mengenai kesehatan, seperti halnya model kesehatan dari Barat dan juga Timur. Akan tetapi, dalam model-model itu terdapat variasi yang disebabkan karena adanya perbedaan budaya di antara model-model tersebut.
•Model Biomedis (Freund, 1991) memiliki 5 asumsi. Pertama, terdapat perbedaan yang nyata antara tubuh dan jiwa sehingga penyakit diyakini berada pada suatu bagian tubuh tertentu. Kedua, penyakit dapat direduksi pada gangguan fungsi tubuh, baik secara biokimia atau neurofisiologis. Ketiga, setiap penyakit disebabkan oleh suatu agen khusus yang berpotensi dapat diidentifikasi. Keempat, melihat tubuh sebagai suatu mesin. Kelima, konsep tubuh adalah objel yang perlu diatur dan dikontrol.
•Model Psikiatris, merupakan model yang berkaitan dengan model biomedis. Model ini masih mendasarkan diri pada pencarian bukti-bukti fisik dari suatu oenyakit dan penggunaan treatmen fisik obat-obatan atau pembedahan untuk mengoreksi abnormalitas.
•Model Psikosomatis (Tamm, 1993), merupakan model yang muncul karena adanya ketidakpuasan terhadap model biomedis. Model ini menyatakan bahwa tidak ada penyakit somatik yang tanpa disebabkan oleh antesenden emosional dan atau sosial. Sebaliknya tidak ada penyakit psikis yang tidak disertai oleh simtom-simtom somatik.

  

Referensi :




Semiun, yustinus. (2006). Kesehatan Mental 1. Yogyakarta: Kanisius
Materi KONSEP SEHAT (Pola Aktifitas Sehat / Olahraga) oleh dr adibah

Selasa, 24 Juni 2014

Tugas IAD


1. HIMPUNAN dan DIAGRAM VENN

Himpunan adalah kumpulan benda atau objek yang anggota-anggotanya dapat didefisikan dengan jelas. Sedangkan bukan himpunan adalah kumpulan benda \ objek yang anggota-anggotanya tidak dapat terdefisikan dengan jelas.
  • Contoh kumpulan yang merupakan himpunan :
1. Kumpulan hewan menyusui
Anggotanya dapat ditentukan dengan jelas yaitu kerbau, kambing, sapi, kuda dan lain-lain
2. Kumpulan warna lampu lalu lintas
Anggotanya dapat ditentukan dengan jelas yaitu merah, kuning, hijau.
3. Kumpulan bilangan asli kurang dari 6
Anggotanya dapat ditentukan dengan jelas yaitu 1, 2, 3, 4, 5.
  • Contoh kumpulan yang bukan himpunan:
1. Kumpulan gadis cantik
2. Kumpulan orang tinggi
3. Kumpulan lukisan yang menarik
Anggota kumpulan tersebut tidak dapat ditentukan dengan jelas cantik, tinggi, dan menarik sifatnya relatif antara yang satu dengan yang lain tidak sama dalam menilai.



DIAGRAM VENN
Diagram venn adalah suatu gambar yang digunakan untuk menyatakan suatu himpunan dalam himpunan semesta. Ciri dari diagram venn adalah adanya bilangan asli dan himpunan semesta. Contohnya:
Buat diagram venn jika
S = { 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 }
A = { 1, 4, 6, 7 }
B = { 2, 4, 5, 8 }
 


 
2. Fungsi dan Relasi

a. Definisi Relasi
   Relasi adalah suatu aturan yang memasangkan anggota himpunan satu ke himpunan lain.

Suatu relasi dari himpunan A ke himpunan B adalah pemasangan atau perkawanan atau korespondensi dari anggota-anggota himpunan A ke anggota-anggota himpunan B.

Jika diketahui himpunan A = {0, 1, 2, 5}; B = {1, 2, 3, 4, 6}, maka relasi “satu kurangnya dari” himpunan A ke himpunan B dapat disajikan dalam diagram panah, diagram Cartesius, himpunan pasangan berurutan, dan dengan rumus.

Relasi dari himpunan A ke himpunan B adalah aturan yang memasangkan anggota himpunan A dan anggota himpunan B dengan aturan tertentu.

b. Definisi  Fungsi
    Fungsi f adalah suatu relasi yang menghubungkan setiap anggota x dalam suatu himpunan yang disebut daerah asal (Domain) dengan suatu nilai tunggal f(x) dari suatu himpunan kedua yang disebut daerah kawan (Kodomain).

Himpunan nilai yang diperoleh dari relasi tersebut disebut daerah hasil ( Range).

Untuk memberi nama suatu fungsi dipakai sebuah huruf tunggal seperti f, g, dan huruf

lainnya. Maka f(x), yang di baca “ f dari x “ menunjukkan nilai yang diberikan oleh f

kepada x. Misalkan : f(x) = x+ 2, maka f(3) = 3 + 2.

c. Perbedaan Fungsi dan Relasi
    Misal daerah asal itu adalah himpunan A, dan daerah kawan itu himpunan B, maka sebuah fungsi f dari Himpunan A ke himpunan B bisa kita ibaratkan seperti ini :
Himpunan A adalah himpunan Anak-Anak manusia, dan himpunan B adalah iBu-iBu. Seorang anak pasti dilahirkan dari seorang ibu, tidak ada anak yang tidak punya ibu. Kalo ibu-ibu, mereka bisa punya anak satu, dua, sepuluh bahkan tidak punya anak pun bisa. Diagram panah di bawah ini adalah contoh fungsi :
fungsi
Sedangkan Relasi dari himpunan A ke himpunan B adalah sebuah aturan yang menghubungkan anggota-anggota himpunan A ke anggota-anggota himpunan B. Kalo diibaratkan himpunan A adalah kucing jantan, dan himpunan B adalah kucing Betina. Saya yakin, tidak ada aturan yang mengikat para kucing. Kucing jantan bebas berhubungan dengan kucing betina apapun, berapapun, begitu juga sebaliknya. Di bawah ini adalah contoh diagram panah menunjukan relasi dari “kucing kawin” :
relasi
C.  Domain, Kodomain, dan Range
     Domain disebut juga dengan daerah asal, kodomain daerah kawan sedangkan range adalah daerah hasil.
contoh : Diketahui himpunan P = { 1,2,3,4 } dan himpunan Q = { 2,4,6,8,10,12 }

Relasi dari himpunan P ke himpunan Q dinyatakan dengan " setengah dari ".
Jika relasi tersebut dinyatakan dengan himpunan pasangan berurutan menjadi :
{ (1,2),(2,4),(3,6),(4,8) }.
Relasi di atas merupakan suatu fungsi karena setiap anggota himpunan P mempunyai tepat satu kawan anggota himpunan Q.

Dari fungsi di atas maka :
Domain/daerah asal = himpunan P = { 1,2,3,4 }
Kodomain/daerah kawan = himpunan Q = { 2,4,6,8,10,12 }
Range/daerah hasil = { 2,4,6,8 }
Sumber : alinelizabeth2.blogspot.com/2013/06/fungsi-domain-kodomain-dan-range.html
d. Contoh soal
HIMPUNAN
1.    Diketahui :
A = { b,u,n,d,a }
B = { I,b,u,n,d,a }
C = { lima bilangan asli yang pertama }
D = { bilangan cacah kurang dari 6 }
Pasangan himpunan yang ekuivalen adalah…
Jawab :
Himpunan ekuivalen adalah himpunan yang anggotanya sama banyak.
A = { b,u,n,d,a }         → n(A) = 5
B = { I,b,u,n,d,a }       → n(B) = 6
C = { 1,2,3,4,5 }         → n(C) = 5
D = { 0.1.2.3.4.5 }      → n(D) = 6
Himpunan yang ekuivalen adalah A~C dan B~D
RELASI
1.    Lima orang siswa memilih kegiatan masing-masing. Adit dengan basket , Candra dengan karate, Yoseph dengan voli, Ilham dengan tenis meja dan Joni dengan judo. Tuliskan relasi tersebut dengan himpunan pasangan berurutan!
Jawab :
{(Adit,basket),(Candra,karate),(Yoseph,voli),(Ilham,tenis meja),(Joni,judo)}
FUNGSI
1.    Suatu fungsi dinotasikan dengan f:x kx + 12 . Jika f(2) = 24 , maka rumus fungsi itu adalah…
Jawab :
f(2) = 24
24 = 2k + 12
24-12 = 2k
12 = 2k
6  = 2k
Jadi , rumus fungsi itu adalah 6x + 12
Sumber : http://srirahayuutami99.wordpress.com/2013/05/24/contoh-soal-teori-himpunan-relasi-fungsi-dan-proposisi